Posted in kegiatan magat

HOME VISIT PERDANA MAGATRIKA: IR. I NENGAH SUMERTI, 19 APRIL 2014

Reza Bakhtiar, Magatrika 2010

Kunjungan kerumah DOSEN? Ada gak sih mahasiswa atas atau organisasi lain di JTETI UGM yang pernah ada kunjungan ke rumah DOSEN? Selama penulis kuliah hampir 8 semester belum ada tuh organisasi di JTETI yang acaranya kunjungan kerumah dosen? Apa penulis sendiri yang kuper jadi gak tau? Apalagi dosen yang ingin dikunjungi ini termasuk dosen yang sangat “spesial” bagi seluruh umat JTETI UGM khususnya masyarakat yang mengambil konsentrasi power atau biasa disebut STL. Salah satu dosen yang hampir setiap semesternya menguncangkan hati para mahasiswanya setelah melihat portal akademik. Siapa lagi kalau bukan bapak Ir. I Nengah Sumerti.

Kunjungan ke rumah dosen kali ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi penulis dan bagi yang ikut. Tapi sangat disayangkan jumlah kuota dibatasi. Tapi gak logis juga andaikan semua anggota magatrika ikut, bisa-bisa dikira demo tuntutan kenaikan *piip* #sensored. Awal cerita kami semua berangkat menggunakan motor dari JTETI, dengan seragam hitam-hitam (baju magatrika) kebanggaan kita, bukan dengan maksud yang lain pake hitam-hitam, tetapi demi kekompakan anggota magatrika. Diperjalanan ada satu anggota kita yang ketinggalan karena ban motor nya bocor, yaitu Muhammad Iqbal 2012. Sabar ya.

Sesampainya dirumah beliau, dengan baju putih khas nya kami disambut dengan ramah dan welcoming banget. Diawal kami juga bertemu dengan istri beliau yang juga ramah. Kami banyak bercerita tentang keluarga pak Nengah, ternyata ada salah satu anak beliau alumni dari JTETI juga lhoo. Beliau bercerita bahwa anaknya tidak mau mengambil konsentrasi STL dengan alasan tidak mau bertemu dengan mata kuliah yang diajar beliau. (Haha sampai segitunya ya). Tetapi beliau meneruskan ceritanya sambil tertawa bahwa saat itu beliau kan mengampu mata kuliah kewirausahhaan yang otomatis pasti bertemu dengan beliau. Haha. Diawal juga beliau menanyakan kami dari angkatan berapa dan dari daerah mana, hingga ngalor ngidul. Tapi ada satu hal lucu ketika salah satu dari kami bercerita bahwa ada salah satu mahasiswa angkatan 2012 sedang diperjalanan karena ban motornya bocor. Sehubungan angkatan 2012 kan belum pernah diajar matakuliah yang beliau ampu, celetuk beliau,”wah, belum bertemu saja sudah “GEMBOS” (ngertikan maksudnya? Haha).

Singkat cerita, ketika ada salah satu dari kami menanyakan mengapa Nilai praktikum STL kok banyak yang kurang bagus? Pada saat itu juga Bapak Ir. I Nengah Sumerti terpanggil sebagai seorang Dosen dan pengajar. Beliau langsung menjelaskan dengan teori dan konsep, karena mungkin kurang begitu jelas, beliau dengan semangatnya langsung membawa papan tulis yang sudah lama tak terpakai, dan alhasil beliau kembali mengajar seperti dikelas. Tetapi bedanya beliau duduk dibawah, kami diatas?! (SALUT BUAT BELIAU). Kami dijelaskan letak mana saja yang salah pada soal reponsi praktikum. Pada intinya nomor 1 beliau berpendapat bahwa rata-rata dari mahasiswa menggambar capability chart hanya sekedar menggambar, tidak ada batas-batas dan keterangan/batas angka. Beliau berkata layaknya peta buta, gambar bagus tetapi tak ada batas nya untuk apa? Namanya saja “capability”, pastilah ada batasannya. Giliran ada batasnya, tapi gambarnya salah. Bahkan beliau sedikit kesal ketika ada mahasiswa yang menggambar sudut yang besar dan gambarnya tidak singkron dan tidak logis. Selain dari masalah nomor 1, masih banyak masalah disoal lain yang ternyata soal yang sangat tricky. Berhubung “master” yang telah menjadi turun temurun tiap angkatan itu, jadi kami anggap master tersebut lah yang paling benar, tenyata masih banyak yang salah lho. Jadi wajar saja turun-temurun nilai praktikum tersebut selalu berkahir tragis.

Setelah satu jam lebih (mungkin) kuliah dadakan yang diadakan beliau, penulis berfikir ini merupakan momen terbesar kita, untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dari responsi praktikum yang turun-temurun selalu berakhir tragis. Tetapi yang ikut disini hanyalah sebagian sangat kecil dari keseluruhan anggota magatrika. Ada baiknya jika ilmu yang diberikan beliau ini disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Magatrika. Ternyata pemikiran penulis seirama dengan pesan pak Nengah bahwa yang tidak ikut haruslah diberi tahu. Ada baiknya untuk kedepannya diberikan semacam short coure responsi praktikum STL sebelum remidial. Karena bagi penulis ilmu itu memang haruslah disebarluaskan. Apalagi ilmu tersebut memperbaiki tradisi buruk dari mahasiswa STL. “Tunjukan kami jalan yang benar” seperti yang selalu kita katakan ketika beribadah. Itulah jalan yang benar! Bukan dari master yang selalu memberi jalan yang sesat hingga banyak yang masuk jurang.

10153111_1430189010568762_2294844264016699289_n

Akhir cerita, beliau berpesan sering-sering main ke rumah beliau, bahkan beliau sangat welcome jika ada kunjungan kembali dan ada bakar-bakaran jagung. Penulis juga sangat senang bisa ikut dalam kunjungan tersebut. Semoga kedepannya bisa diteruskan dan dapat semua dosen kita kunjungi. Barang kali aja dapet kunci-kunci atau kisi-kisi sebelum ujian. hehe…

2 thoughts on “HOME VISIT PERDANA MAGATRIKA: IR. I NENGAH SUMERTI, 19 APRIL 2014

  1. Ada gak sih mahasiswa atas atau organisasi lain di JTETI UGM yang pernah ada kunjungan ke rumah DOSEN? Selama penulis kuliah hampir 8 semester belum ada tuh organisasi di JTETI yang acaranya kunjungan kerumah dosen?

    ada bro, Al Hannan, udah dari dulu malah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s