Posted in Artikel

Masa Depan Sistem Ketenagalistrikan Dunia

Sistem Ketenagalistrikan merupakan subkonsentrasi dari disiplin ilmu teknik elektro yang bertujuan untuk mempelajari konsep-konsep dari pengadaan energi listrik, karakteristik dari energi listrik, pembuatan material dan penyokong dalam membangkitkan energi listrik untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari. Sistem Ketenagalistrikan merupakan salah satu disiplin ilmu primer yang harus terus menerus dipelajari karena pengadaan energi listrik merupakan tulang punggung dari kemajuan peradaban manusia.

 Kebutuhan energi listrik untuk kehidupan manusia sehari-hari akan selalu berkembang mengingat perkembangan teknologi manusia yang semakin pesat itu sendiri yang menyebabkan permintaan energi listrik terus meningkat. Kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan listrik bagi para konsumen tidak terlepas dari sifat khas listrik yaitu energi listrik tidak bisa disimpan dalam jumlah yang besar[2]. Sehingga dalam pemenuhan energi listrik dalam pembangkitan listrik harus sesuai dengan kebutuhan saat itu juga dan tidak boleh kurang karena akan menyebabkan konsumen kekurangan energi listrik, serta jangan terlalu berlebihan karena akan menyebabkan kerugian dari sisi pembangkit. Pembangkitan energi listrik menjadi semakin sulit karena permintaan konsumen yang besar permintaannya selalu berubah terhadap waktu menyebabkan ilmu Sistem Ketenagalistrikan menjadi sangat penting untuk dipelajari dan dikembangkan menjadi lebih baik karena sebagai tulang punggung dari kemajuan teknologi manusia dan sebagai kebutuhan primer setiap manusia dalam menjalankan peradaban manusia

 dddd

Gambar 1 The Future of Alstom Smart City[1]

Masa depan sistem ketenagalistrikan dihadapkan pada tantangan untuk bagaimana caranya membangkitkan energi listrik yang semakin besar karena kebutuhan manusia dan jumlah populasi manusia yang semakin besar pula sehingga diperlukan pemenuhan dalam kebutuhan energi listrik. Diharapkan dalam pembangkitan energi listrik dapat dibangkitkan dengan setepat mungkin terhadap kebutuhan konsumen yang berubah terhadap waktu.

Sistem ketenagalistrikan juga dihadapkan pada tantangan bagaimana caranya membangkitkan energi listrik dengan menggunakan energi yang terbarukan. Tantangan ini muncul pada era abad 21 karena pembangkitan jaman dahulu sebagian besar menggunakan konsep bahan bakar yang tidak dapat dibuat lagi. Penggunaan bahan bakar yang tidak terbarukan akan menimbulkan masalah ketika bahan bakar tersebut habis, maka energi listrik tidak akan bisa dibangkitkan. Selain itu, bahan bakar yang tidak terbarukan cenderung memiliki efek samping yang negatif. Dampak pada alam serta pengaruh terhadap kesehatan manusia itu sendiri dapat terganggu akibat pembangkitan menggunakan energi tak terbarukan.

dddd

                    Gambar 2. PLTU cenderung memiliki efek samping buruk[4]

Salah satu contohnya adalah pembangkitan energi tenaga uap yang menggunakan bahan bakar utama yaitu batu bara. Pembangkit tipe ini memiliki kelebihan dalam teknologi pembangkitan yang mudah dan sudah dikembangkan sejak abad 19. Daya listrik yang dibangkitkan dengan teknologi uap juga besar sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen yang sangat besar. Namun efek samping dari pembangkit listrik tenaga uap adalah hasil gas buang yaitu CO2 merugikan bagi manusia apabila dalam skala yang besar karena akan menyebabkan suhu bumi semakin meningkat karena efek rumah kaca[3]. Selain itu, gas NOX yang dikeluarkan dari pembangkit listrik tenaga uap juga akan menyebabkan hujan asam yang akan merusak vegetasi disekitarnya serta manusia itu sendiri.

 Dari permasalahan sumber energi tak terbarukan tersebut, predisksi sistem ketenagalistrikan masa depan dalam jangka pendek akan berkutat pada masalah bagaimana caranya membangkitkan energi dengan menggunakan sumber energi terbarukan. Selain itu tantangan berikutnya adalah bagaimana dengan menggunakan sumber energi terbarukan dapat membangkitkan energi listrik dalam jumlah yang sangat besar mengingat penggunaan energi listrik terbarukan diharapkan dapat menggantikan sepenuhnya dari penggunaan pembangkitan energi listrik energi tak terbarukan.

Bukti dari penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan pada era sekarang salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh negara Jerman terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir. Hal ini dilakukan untuk menyikapi kejadian PLTU Fukushima, Jepang yang diakibatkan dari gempa Jepang pada tanggal 11 Maret 2011 yang menyebabkan radiasi terhadap manusia disekitar dan menyebabkan pencemaran lingkungan di laut hingga menyebar ke samudra yang lain[5]. Menurut pemerintah Jerman, penggunaan teknologi nuklir walaupun telah menggunakan teknologi terbaru ditakutkan tetap akan menimbulkan efek negatif yang sangat besar apabila terjadi bencana alam yang merusak eksistensi pembangkit nuklir tersebut. Pemerintahan Jerman akhirnya memastikan pada 2022  nanti negara Jerman akan bebas dari suplai energi yang berasal dari pembangkit listrik tenaga nuk.ir (PLTN). Sembilan PLTN yang masih beroperasi akan ditutup secara bertahap pada tahun 2015, 2017, 2019, 2021, dan 2022. Konsumsi energi akan digantikan menggunakan energi terbarukan penggunaanannya akan ditargetkan mencapati 80-100 persen pada 2050 nanti[6].

dddd

  Gambar 3. Jerman menutup 9 PLTN tahun 2022[6]

Dengan demikian, masa depan sistem ketenagalistrikan akan terus berkembang dan perkembangannya diprediksi akan berkutat pada pemenuhan energi listrik dalam skala sangat besar dengan menggunakan energi terbarukan yang diharapkan akan menggantikan penggunaan energi tak terbarukan. Riset dan penelitian pada bidang sistem ketenagalistrikan diharapkan menemukan teknologi terbaru yang dapat dimanfaatkan sebagai solusi dari masalah pembangkit listrik yang tidak ramah lingkungan sehingga diharapkan pemenuhan energi listrik dan kehidupan manusia serta alam itu sendiri dapat berjalan selaras dan harmoni demi kemajuan dan keberlangsungan peradaban manusia.

Referensi :

[1] http://www.alstom.com/Global/US/Resources/Images/. Last Accessed : 23 April 2014

[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Listrik . Last Accessed : 23 April 2014

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca. Last Accessed : 23 April 2014

[4]http://1.bp.blogspot.com/_2nW2tr30XR8/TS8nSNhuG9I/AAAAAAAAALk/wXHz_WuIUDc/s1600/pltu-banten-01.jpg. Last Accessed : 23 April 2014

[5]http://satriaskyterror.wordpress.com/category/energi-2/nuklir-energi/. Last Accessed : 23 April 2014

[6] http://www.tempo.co/read/news/2012/07/14/117416974/Jerman-Tutup-9-PLTN-yang-Tersisa-Secara-Bertahap. Last Accessed : 23 April 2014

Oleh : Tri Ilham Wicaksono (Magatrika 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s