Posted in Artikel

PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR DAN UMUR MINYAK TRANSFORMATOR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS MINYAK TRANSFORMATOR

Transformator merupakan suatu perangkat yang sangat vital pada suatu rangkaian/ jaringan listrik. Transformator berfungsi sebagai TRANSFER energi disertai perubah nilai besaran listrik dari suatu rangkaian ke rangkaian lainnya secara elektromagnetis, dengan nilai energi yang tetap. Salah satu bagian dari transformator (transformator daya) yang memiliki peran yang sangat penting yaitu minyak transformator. Minyak transformator merupakan media isolasi dan pendingin pada transformator. Agar fungsi tersebut dapat bekerja maksimal maka kualitas dari minyak transformator tersebut harus dijaga sebaik mungkin.

Pada artikel kali ini ini akan dibahas mengenai pengaruh kenaikan temperaur dan umur minyak transformator terhadap tegangan tembus minyak transformator. Apa itu tegangan tembus? Tegangan tembus yaitu besar tegangan maksimum yang mampu “ditahan” oleh isolator dalam hal ini yaitu minyak transformator. Atau dengan kata lain minyak transformator masih berfungsi sebagai media isolasi selama tegangan tembus tersebut dilampaui, jika dilampaui maka minyak transformator tersebut sudah tidak bisa mengisolasi lagi.

Tegangan tembus merupakan suatu indikator penting dalam menentukan baik buruknya kualitas isolasi dari suatu isolator, termasuk dalam isolasi cair (minyak transformator). Tegangan tembus dari isolasi cair berbeda-beda untuk setiap jenis minyak yang berbeda pula. Ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap penurunan nilai tegangan tembus dan kualitas isolasi dari isolator cair ini, dan beberapa diantaranya merupakan kenaikan temperatur dan umur minyak transformator tersebut. Kenaikan temperatur minyak terjadi akibat transformator tersebut dipakai dalam kondisi beban yang tinggi secara terus menerus. Umur minyak transformator sendiri dihitung berdasarkan lamanya minyak tersebut dipakai di dalam transformator tersebut. Pengujian pengaruh kenaikan temperatur dan umur minyak terhadap tegangan tembus perlu dilakukan untuk mengetahui degradasi dari tegangan tembus minyak transformator tersebut sebagai salah satu indikator baik buruknya isolasi cair suatu transformator daya.

Berikut ini adalah hasil pengujianyang dilakukan 2 mahasiswa Universitas Indonesia bernama Iwa Garniwa dan Jonathan Fritz. Pada pengujian digunakan 2 variabel, yang pertama yaitu temperatur dari minyak transformator pada pengujian kali ini bernilai 80 derajat Celcius,100 derajat Celcius, dan 120 derajat Celcius. Yang kedua yaitu umur dari minyak transformator yaitu minyak baru, minyak 1 tahun, minyak 2 tahun, dan minyak 5 tahun.

Capture

Dari grafik tersebut, dapat dilihat kalau semakin tinggi temperatur dan semakin tua umur dari minyak transformator, maka tegangan tembus dari minyak transformator akan semakin rendah. Selain itu dari grafik diatas juga dapat dibandingkan perbandingan tegangan tembus antara minyak-minyak (umur) yang diuji.

Minyak transformator yang baru dipasang pada transformator akan bekerja sebagai isolasi dari transformator. Transformator tersebut bekerja pada keadaan optimum secara terus menerus sehingga menyebabkan temperatur minyak dari transformator akan naik. Temperatur minyak yang tinggi ini akan menyebabkan pemanasan pada transformator yang selanjutnya akan penyebabkan pemanasan pada minyak transformator tersebut. Pemanasan minyak transformator ini akan menyebabkan molekul-molekul pada minyak tersebut akan pecah sehingga faktor kebocoran dielektriknya akan semakin tinggi. Seperti kita tahu minyak transformator yang baik adalah yang mempunyai faktor kebocoran dielektrik yang rendah. Warna dari minyak transformator yang pada kondisi baru masih berwarna kuning tadi akan berubah menjadi semakin coklat bahkan gelap. Seiring dengan pertambahan waktu, oksigen dari udara, kelembaban dari transformator, dan kandungan zat kimia lain seperti asam dan karbon dapat menyebabkan kualitas minyak transformator tadi semakin buruk karena sebagian besar minyak akan mengalami reaksi kimia yang dapat menyebabkan susunan kimia daripada minyak transformator tersebut menjadi terurai. Selain itu semakin tua umur dari minyak transformator tersebut, maka kotoran tadi akan semakin banyak sehingga minyak akan semakin terkontaminasi dan menyebabkan tegangan tembus dari transformator akan semakin rendah.

Umur dari transformator yang semakin tua juga dapat mempengaruhi viskositas dan resistivitas dari minyak transformator itu sendiri. Hal ini sesuai dengan salah satu jurnal yang menyebutkan kalau semakin tua umur dari tafo, maka resistivitasnya akan semakin rendah dan viskositas dari minyak akan semakin tinggi. Perubahan nilai resistivitas dan viskositas dari minyak transformator ini akan menyebabkan tegangan tembus akan semakin mengecil, karena pada minyak transformator sudah mengandung banyak endapan bahan kimia dan mengandung kontaminan yang menyebabkan minyak transformator tadi sudah tidak murni lagi.

Referensi :
– Junaidi, Alfian. Jurnal. Pengaruh perubahan suhu terhadap tegangan tembus isolasi. Teknoin, Volume 13, Nomor 2, Desember 2008, 1-5.
– Mohammad R. Meshkatoddini. Aging Study and Lifetime Estimation of Transformer Mineral Oil. American J. of Engineering and Applied Sciences 1 (4): 384-388, 2008
– Iwa G & Jonathan F. Jurnal. Analisis pengaruh kenaikan temperatur dan umur minyak transformator terhadap degradasi tegangan tembus minyak transformator terhadap degradasi tegangan tembus minyak transformator. Universitas Indonesia.

Oleh:

Puput Tri Wijayanto,Agung Ilham Pratama,& Yahya Abdul hamied (Magatrika 2010)

Divisi Mesin Magatrika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s