Posted in kegiatan magat

Deal With Upstream Oil Industry (Testing Process)

Image

Downhole testing Field Engineering Schlumberger

Jumat siang tanggal 3 Januari yang lalu, magatrika memilki agenda yang sangat istimewa. Dengan poster biru putih yang tersebar
di jejaring sosial, acara yang berjudul “Deal with Upstream Oil Industry (Testing Process)” ini pun berlangsung. Ruangan TD  dipenuhi oleh para mahasiswa yang sangat antusias mendengar cerita dan pengalaman dari senior angkatan 2007 yang telah bekerja di perusahaan service company ternama, Schlumberger. Pria kelahiran Sleman pada tanggal 25 Januari 1989 ini adalah Mas Fajar Budi Suryawan (Mas Jarbud), pria kelulusan 2011 yang bekerja di bagian Downhole testing.Beliau pernah menjadi Ketua Divisi Power Electronic Magatrika.

Jam dinding pun tepat menunjukan pukul setengah dua siang dan para mahasiswa siap mendengarkan semua kisah suka dan duka dari pria yang telah bekerja di SLB sejak tahun 2011 ini. Di awal kuliah umum yang Free ini, mas Budi menjelaskan mengenai perbedaan spesifik antara perusahaan oil and gas dengan service company. Masih banyak mahasiswa yang terkadang terjebak antara perbedaan keduanya. Oil and gas diibaratkan mas budi sebagai pemilik tanah dan service company adalah petaninya.“Landlord (pemilik tanah)? Farmer (petani)? Maksudnya?” terdengar bisik-bisik mahasiswi di sudut ruang TD.Landlord adalah orang yang memiliki tanah yang dianggap berpotensi untuk menghasilkan minyak atau gas bumi. Sayangnya si landlord tak punya teknologi canggih untuk bisa meraih kedalaman dimana minyak bumi berada. Landlord atau pemilik tanah ini contohnya perusahaan Chevron, Total, Chonoco, dan lain sebagainya.Farmer adalah perusahaan yang punya teknologi canggih dan bisa menawarkan service nya kepada para tukang tanah tadi. Dialah yang melakukan pengeboran dan testing hingga maintenance sesuai standar internasional yang ia miliki. Dan disinilah Schlumberger, Halliburton, Expro, Weatherford punya lahan.

Mas Jarbud juga menjelaskan beberapa tahap yang dilakukan sebelum minyak dan gas bumi di dapatkan. Beberapa tahapan itu bisa dirangkum sebagai berikut:

1. Seismic
Rangkaian kegiatan pengetesan yang berfungsi untuk mengetahui keadaan permukaan bumi menggunakan sensor-sensor tertentu.
Nyatanya, bumi yang kita diami ini bukan hanya sekedar lapisan-lapisan belaka. Tapi di dalamnya ada beberapa rongga kosong akibat pergeseran lapisan yang terjadi di dalam perut bumi. Celah kosong ini akhirnya menjadi tempat nyaman para minyak bumi mengendap. Dan inilah tugas para insinyur-insinyur perminyakan untuk mendeteksi apakah disana ada kandungan minyak atau tidak.

2. Drilling and well construction.
Setelah diyakini bahwa di kedalaman suatu permukaan bumi terdapat kandungan minyak, maka langkah selanjutnya adalah membangun rig. Apa itu rig? Rig adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air,minyak, atau gas bumi.  Reservoir adalah suatu tempat dimana para minyak dan gas bumi bernaung. Nah, rig inilah yang akan melakukan proses drilling atau pengeboran menuju reservoir tadi. Tiap tahap pengeboran, akan dibuat shielding yang dinamakan well alias sumur. Sumur dengan kedalaman tertentu dibuat dengan tahapan-tahapan serta standar tertentu sehingga tidak akan terjadi blow up lumpur atau jenis kandungan yang tidak diinginkan.

3. Well logging
Para ahli wireline yang kebanyakan berasal dari mahasiswa tenik elektro akan banyak bermain disini. Cara kerjanya simpel. Dengan memancarkan arus listrik ke permukaan yang diinginkan, kita akan mendapatkan tingkatan-tingkatan resistansi tiap lapisan. Dengan cara ini kita akan mengetahui ada atau tidaknya kerusakan atau patahan di dalam sumur yang kita bangun tadi. Biasanya, setelah well logging dilakukan, well testing dan Artificial lift pasti tidak akan ditinggalkan.

Capture

4. Production and productivity
Minyak yang didapatkan masih berupa minyak mentah dan harus difilterisasi hingga di dapatkan minyak yang diinginkan. Disinilah proses pengendapan terlaksana. Dengan tingkat massa jenis yang berbeda-beda, akan didapatkan beberapa jenis minyak sesuai kebutuhan. “Simpelnya seperti itu!” ucap mas Jarbud di sela-sela persentasi.Mas Jarbud sendiri mengakui bahwa bekerja di perusahaan internasional sekelas Schlumberger harus bisa menghargai waktu. Karena rig yang tuan tanah miliki (landlord) sangat mahal penyewaannya. Biaya sewa rig paling murah adalah 8000 dolar perhari. Dan jika dia berupa onshore, biasanya 40.000 dolar perhari dan akan sangat mahal jika dia berada di tengah laut (offshore). Yaitu bisa mencapai 200.000 dolar perhari.

Mahasiswa lulusan Elektro biasanya ditempatkan di facility engineering. Dan paling sering ditempatkan di bagian wireline atau aritificial lift.Bekerja di perusahaan yang menuntut komitment tinggi dan jiwa kerja keras ini merupakan tantangan tersendiri bagi mas Jarbud. Jangan kaget jika mas Jarbud sendiri pernah bekerja selama 70 hari tanpa hari libur. “Perusahaan yang didirikan di Prancis ini sangat ketat akan efektivitas dan efisiensi waktu, dek” tambah mas Jarbud.

Sebuah istilah NPT (Non Productive Time) akan menjadi momok paling buruk bagi seorang pegawai Schlumberger. NPT adalah total
waktu perusahaan rugi atau tidak ada kegiatan produktif yang dilakukan. Dan tiap pegawai harus bisa meminimalisir npt sehingga perusahaan tidak merugi.

di SLB (singkatan Schlumberger) tentunya ada jenjang karir. Di perusahaan yang memiliki alamat website http://www.slb.com ini, tiap tahunnya akan selalu ada kenaikan jenjang karir. Seorang fresh graduate akan mendapatkan grade 8 (Field engineer) dan tiap tahun akan naik pangkat menjadi Senior engineer dan kemudian General engineer.

Latihan yang keras dan disiplin yang tinggi kadang menjadi rintangan yang cukup menantang di perusahaan bertaraf internasional ini. Banyak yang resign karena tidak sanggup dengan iklim kerja yang ada di perusahaan ini dan tak sedikit pula yang dipecat karena keteledoran dan kekhilafan yang ia lakukan.resign dan dipecat tentu berbeda. Resign berarti kita tidak mendapatkan uang peangon.Kalau dipecat, kita masih dikasih uang pesangon.Tentunya menjadi hal yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan BUMN

So, life is a choice. It is up to you! Buat teman-teman yang suka jalan-jalan, suka mendapatkan training, hard worker, bisa begadang dan cuma tidur 3 jam, Schlumberger mungkin bisa jadi pilihan teman-teman.

CaptureCapture

Oleh : Ikhwan Luthfi Syafjon
Editor : Veby Enandes Stalony

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s