Posted in kegiatan magat

PROJECT LECTURE 11 DESEMBER 2013

11 Desember 2013 lalu, magatrika mengadakan Project Lecture. Mungkin ada yang bingung, apa sih project lecture itu? Oke, sebelum melangkah lebih jauh, kita ceritakan sedikit, sebenarnya apa sih project lecture itu…

Project lecture adalah penjelasan mengenai proyek oleh mahasiswa yang telah berkesempatan untuk ikut serta dalam pelaksanaan proyek.  Tujuannya? Untuk melakukan transfer pengetahuan dan pengalaman kepada yang tidak memiliki kesempatan untuk ikut langsung dalam pelaksanaan proyek. Karena memang tidak mungkin semua mahasiswa terlibat langsung dalam proyek yang sama…efektivitas proyek akan berkurang jika terlau banyak yang ikut serta. Tapi, kita sebagai akademisi yang haus akan ilmu pasti tidak ingin ketinggalan pengetahuan yang pelaksana proyek dapatkan, dan juga pengalaman mereka, walaupun tidak secara langsung. Paling tidak, mulai terbangun  sebuah pondasi kerangka pikir mengenai bagaimana sih proyek itu dilaksanakan.

Tak hanya itu, project lecture juga merupakan proses kaderisasi langsung ke magatrika muda. Karena ke depan, merekalah yang akan menjadi pelaksana proyek menggantikan senior-seniornya. Nah, karena proyek itu bukan hal yang sehari-hari kita lakukan, biasanya butuh penyesuaian pada saat awal melakukan proyek. Project lecture diharapkan menjadi alat untuk mempersingkat penyesuaian tadi dengan membangun kerangka pikir yang jelas mengenai proyek dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, langsung dari sang pelaku.

Pada kesempatan kali ini, yang mengisi adalah Rico Yudhianto dan Lukita Wahyu Permadi (Ukit), keduanya adalah Magatrika ’10. Pada sesi I Rico mempresentasikan proyeknya, yaitu “Survey Kepuasan Pelanggan PT. PLN (Persero) Wilayah dan Distribusi,” sedangkan pada sesi II Ukit mempresentasikan menganai “Kajian Tarif Adjustment Untuk PT. PLN (Persero).”

Pada sesi I, Rico menjelaskan bahwa maksud dari diadakannya survey kepuasan pelanggan (SKP) adalah untuk mengukur kinerja pelayanan PLN melalui indeks kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan yang meliputi seluruh unit PLN wilayah/distribusi. Proyek ini dilakukan secara konsorsium teknik elektro Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Udayana , dan Universitas Gadjah Mada sebagai host-nya.

 1

Penugasan dari pusat ke wilayah terdiri atas 3 kegiatan, yaitu:

  1. pelaksanaan survey yang terdiri atas rumah tangga, sosial, bisnis, industri, dan pemerintahan sesuai dengan penggolongan tarif listrik. Kuisioner untuk kemudian dikirim kembali ke pusat.
  2. Penugasan back check
  3. Input data ke server pusat, yang dilakukan setelah back check selesai. Input data ini dimonitoring dari pusat.

Survey ini dilakukan pada 21 wilayah surey, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut,

 2

Nah, konsorsiumnya kan hanya berisi 6 kampus yang notabene ada di jawa, kecuali Universitas Udayana. Lalu, siapa yang melakukan survey di daerah yang sangat luas seperti di atas? Ternyata, pihak PLN dan UGM telah bekerjasama dengan kampus-kampus yang ada di daerah. Bahkan, wilayah-wilayah di atas telah dikoordinatori oleh sebuah kampus yang bertanggungjawab pada daerahnya.

 Telah juga disebutkan bahwa akan didapat indeks kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan. Lalu, bagaimana cara menguantisasikan kepuasan dan ketidakpuasan? Hmm…ada formulasi untuk menghitung indeks-indeks tersebut, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada file terlampir. Intinya, kelengkapan nilai-nilai variabel didapat dari survey, baru setelahnya nilai-nilai tersebut dimasukkan pada rumus-rumus yang ada, dan didapatlah nilai ideks tiap daerahnya

Pada sesi II, Ukit menjelaskan mengenai tarif adjustment atau penyesuaian tarif. Mengapa perlu untuk disesuaikan? Karena untuk menyediakan listrik seperti yang kita nikmati sekarang, pemerintah masih mengeluarkan subsidi yang nilainya tidak sedikit. Pemerintah menganggap jika subsidi bisa ditekan dan dialokasikan ke sektor lain, maka akan mempercepat pertumbuhan infrastruktur dan pengembangan sektor tersebut.

Melihat hal tersebut, PLN sebagai penyedia listrik diminta untuk setahap demi setahap mulai menggeser subsidi, dengan menyesuaikan biaya penyediaan dengan tarif. Maka, nantinya harga listrik bisa bertambah, bisa juga berkurang, benar-benar sesuai dengan harga komponen penyediannya, seperti halnya pada minyak mentah dunia. Mengapa disebut setahap demi setahap? Karena sistem ini tidak langsung diberlakukan pada seluruh golongan pelanggan, tetapi dimulai dengan golongan pelanggan daya besar.

Manfaat dari sisi PLN adalah, adanya kemungkinan PLN mendapatkan keuntungan yang lebih besar, walaupun hal tersebut juga berarti adanya kemungkinan bahwa PLN mendapatkan keuntungan yang lebih kecil. Sekarang, PLN mendapatkan keuntungan sekitar 7% dari seluruh pendapatan dari penyediaan listrik. Entah PLN bekerja dengan baik ataupun buruk, entah terjadi peningkatan kualitas di dalam internal PLN sekalipun, penghasilan PLN tetap 7%.Nah, dengan adanya sistem tarif yang sesuai dengan biaya penyediaan, akan lebih fair bagi PLN, karena bila terjadi peningkatan pelayanan dari PLN, misalnya penurunan losses daya , maka pelanggan yang dapat dilayani akan lebih banyak, dan hasilnya adalah keuntungan yang didapat oleh PLN akan semakin besar, dan PLN akan semakin mencoba untuk meningkatkan terus kualitasnya.

Itulah gambaran singkat mengenai kegiatan project lecture pertama ini. Kita dapat melihat usaha PLN untuk terus menigkatkan kualitasnya. Semoga kondisi ketenagalistrikan negeri kita tercinta ini selalu menuju arah yang lebih baik

Berikut ini dokumentasi kegiatan Project Lecture

1464666_10201381075312267_1920547878_n

1470216_10201381077032310_815091433_n

Magatrika, The Power is In Our Hand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s