Posted in Artikel

Picohydro Power (PHP)

renewable energy

Ulfa Aulia

Teknik Elektro 2009

Sistem Tenaga Listrik UGM


Dalam menanggapi krisis energi dunia, khususnya Indonesia, masih banyak daerah terpencil yang belum mampu dijangkau oleh jaringan listrik PLN yang kemudian menjadi tugas pemerintah pusat dan daerah untuk melistriki daerah tersebut berdasarkan UU No 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, yaitu untuk mencapai rasio elektrifikasi nasional 100% . Sehingga perlu adanya kerja keras dengan membantu penyediaan ketenagalistrikan yang mana Pemerintah menyediakan dana untuk :

1.    Kelompok masyarakat tidak mampu
2.    Pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik di daerah yang belum berkembang
3.    Pembangunan tenaga listrik di daerah terpencil dan perbatasan
4.    Pembangunan listrik perdesaan.

Sehingga pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan harus semakin optimal seperti yang dituliskan pada UU No 30 tahun 2007 tentang Energi, dimana sumber energi baru dan terbarukan harus dikelola dan dimanfaatkan demi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Untuk beberapa daerah terpencil di indonesia sumber energi primer yang paling banyak diantaranya adalah air, angin, dan panas bumi.

.
Sesuai namanya Picohydro Power adalah pembangkitan energi listrik dengan kapasitas pembangkitan skala piko yang menggunakan energi primer air. Dalam situs Wikipedia dan Energypedia disebutkan bahwa pembangkitan PHP adalah dibawah 5 KW. Seperti halnya PLTA, PHP juga membutuhkan adanya saluran pembawa (intake) , bak penenang (forebay) , dan pipa pesat (penstock) . Namun dengan energi potensial yang kecil, sehingga PHP butuh perhatian khusus dalam operasi. Kapasitas pembangkitan PHP bisa di dapat dengan menggunakan persamaan dibawah.

Pel = Q x ρx g x Hn x ηT

dimana ;
Pel    = output daya elektrik dalam [W]
Q            =  debit dalam m3/detik
ρ            =  kekentalan air = 1000 kg/m3
g            =  percepatan gravitasi = 9.81 m/detik2
Hnett      = tinggi jatuh bersih dalam meter [m]
ηTotal         = efisiensi keseluruhan/total (diasumsikan 70%)

.
Untuk kebanyakan daerah yang memanfaatkan PHP hanya memiliki debit saat musim hujan yaitu 50 – 70 liter/dtk dengan head sekitar 5-7 meter. Sehingga dengan kondisi tersebutlah maka PHP cocok di terapkan.

.
Karena pada daerah terpencil tersebut warga hanya bergantung pada PHP tersebut maka, keandalan dan kondisi PHP akan selalu menjadi perhatian. Untuk beberapa tempat sudah mengembangkan PHP dalam interkoneksi antar PHP dalam rangkan menaikkan keandalan kelistrikan minimal pada desa tersebut bahkan sampai interkoneksi ke jaringan PLN tentu ini butuh riset serius, karena kalau PHP gagal berinterkoneksi dengan jaringan PLN justru PHP akan menjadi beban induktif bagi jaringan bukan sebagai penyuplai energi listrik.

Turbine - Copy

Kelebihan pembangkitan PHP adalah bahwa PHP mampu mensuplai energi listrik dengan debit dan energi potensial yang minim, BPP dan investasi yang murah, serta teknologinya mudah masuk kedalam masyarakat. Namu kekurangannya adalah karena skala piko, sehingga lebih sulit dikendalikan dan butuh perhatian dan penanganan lebih serius.

Berikut gambar contoh PHP sederhana dengan pembangkitan 550 W di Dusun Wanarata, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

AA

Pada gambar diatas terdapat lampu yang menyala terang. Lampu tersebut adalah Dummy Load untuk mengimbangin beban utama yang diatur dalam panel kendali.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi ketertarikan riset di dunia pembangkitan energi listrik sistem tenaga listrik Indonesia.
Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s