Posted in Artikel

AYO MENUJU LISTRIK INDONESIA LEBIH BAIK

7

Muhammad Rezan

Teknik Elektro UGM

Sistem Tenaga Listrik

Ayo Menuju listrik Indonesia lebih baik, ini adalah slogan yang sering ada dipikrkan penulis saat ini,  bagaimana bisa membuat kelistrikan di Indonesia menjadi lebih baik? Ini juga pertanyaan yang muncul dipikiran penulis untuk mewujudkan listrik lebih baik. problematika kelistrikan yang terjadi saat ini sudah saatnya harus segera ditangani, bukan hanya mengandalkan pihak pemerintah sebagai ‘imam’ dalam penyelesaian maslah, tetapi juga masyarakat harus ikut andil dalam menangani maslah kelistrikan. Bila ditelisik istrik sangatlah berpengaruh bagi perubahan sosial, Bagaimana pendidikan dan pola hidup pun juga dipengaruhi oleh listrik.

Penduduk Indonesia terus bertambah,  sekarang 237 juta penduduk, 25 tahun lagi akan lebih dari 300 juta jiwa. Jadi butuh pembukaan lapangan perkerjaan. Hal ini bisa dilakukan dengan investasi dan pengembangan industri dan pertanian. Untuk ini dibutuhkan infrastruktur dan kelistrikan yg mencukupi. Oleh karena itu kelistrikan perlu ditingkatkan.

Sementara itu Pemerataan distribusi listrik di indonesia sudah semestinya dilakukan, jika kita melihat pulau jawa, sumatra, bali dan madura, pulau pulau inilah yang penulis anggap ditribusi listrik sudah  mulai merata, tetapi bagian Indonesia yang lain seperti pulau kalimantan, sulawesi, papua, NTT, NTB dan pulau pulau lainya, pendistribusian listriknya apakah sudah sebaik pulau pulau seperti jawa madura dan sumatra? Tidak! . Memang betul istilah jika seseorang yang menyebutkan “makin jauh daerah dari ibu kota, makin jauhlah kehidupan yang nyaman”. Disini Penulis mengambil contoh sampel pada pulau kalimantan dan sulawesi, kalimanatan dan sulawesi adalah sumber batu bara di Indonesia, yang berarti pulau kalimantan dan sulawesi tidak perlu khawatir terhadap bahan bakar  Pembangkitan Tenaga Listrik Tenaga Uap yang menggunakan bahan bakar batu bara, tetapi realitas yang ada pemerintah lebih memaksimalkan pembelian bahan bakar miyak ke luar negri daripada memaksimalkan batu bara indonesia, ini masih salah satu aspek mengapa belum bisa merata nya listrik, aspek lainya yang utama adalah bagaimana infrastruktur kelistrikan harus diperhatikan, infrastruktur kelistrikan ini mencakup, alat pembangkit, transmisi, distribusi. Jika dilihat alat pembangkit listrik di indonesia sudah cukup bagus, tetapi kata “bagus” disini hanya untuk pebangkit pada pulau jawa, bali madura dan sumatra. Di kalimantan sulawesi dan pulau2 besar lainya, alat pembangkit memang sudah tersedia, tetapi sudah tua, dan kebanyakan sudah tidak bisa digunakan. Disninlah aspek pertama dari infrastruktur listrik yang harus diperhatikan, aspek kedua adalah jaringan listrik, bila pembangkit listrik sudah tersedia dan sudah bisa membangkitkan listrik,  jaringan lah yang berperan aktif, bagaimana transmisi listrik dan distribusi listrik yang berperan. Transmisi listrik adalah bagaimana menyalurkan listrik dari pembangkit ke trafo terakhir sebelum disalurkan ke rumah rumah, yang harus diperhatikan adalah bagaimana alat dan lahan yang bisa dilewati oleh jaringan lisrik. Yang ketiga adalah distribusi listrik. Jika pembangkit  dan transmisi sudah berjalan, distribusi listriklah yang berperan. Untuk masyarakat yang rumahnya dekat dengan tiang listrik mungkin tidak perlu khawatir dengan penyaluran listrik dari trafo ke rumah, lalu bagaimana dengan masyarakat yang memang tepat tinggalnya di pedalaman yang artinya jauh dari tiang listrik, otomatis masyarakat tersebut harus membeli tiang listrik yang harganya tidak murah. Untuk masyarakat yang tidak mampu ini menjadi kendala utama, ini berakibat tidak bisa meratanya distribusi listrik di daerah daerah terpencil, terutama daerah terpencil di luar pulau jawa sumatra madura dan bali.

Aspek Pendidikan disini sangat berhubungan erat dengan listrik. Pendidikan adalah kunci dari segala sesuatu, bagaimana caranya pendidikan adalah prioritas nomor1 dalam segala hal, untuk mendukung dan menjadikan pendidikan lebih efektif dan praktis, listrik menjadikan alat bantu belajar yang utama, penerangan adalah hal yang mendasar, menurut survei dalam buku buku listrik, kemiskinan, dan perubahan sosial dijelaskan bagaimana lampu minyak lebih membuat mata lelah daripada lampu dari aliran listrik seperti saat ini, otomatis jam belajar seorang siswa pada saat malam akan lebih banyak jika menggunakan lampu dari sumber listrik daripada saat menggunakan lampu minyak. Selain itu Tersalurkanya informasi juga pastinya lebi cepat, valid dan komplit setelah listrik masuk suatu daerah. Disini terlihat bagiamana  distribusi  listrik sangatlah penting pada suatu daerah. Jika di kalimantan sudah ada beberapa desa yang belum tersalurkan listrik, bagaimana daerah saudara saudara kita di papua dan sekitarnya yang lebih jauh tempat tinggal nya?

Di kalimantan ladang batu bara dimana mana, pemanfaatan batu bara sebagai suber listrik harus dioptimalkan, di china, sumber listrik yang berasal dari batu bara sudah dimaksimalkan, bahkan china akan mengimpor batu bara karena konsumsi di dalam negri bertambah. Apa salahnya jika kita bercermin kepada china dalam mengoptimalkan batu bara di negri sendiri, di Indonesia yang terlihat sekarang adalah bagaimana pengoptimalan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik kurang, padahal inodnesia adala salah satu ladang batu bara terbersar. Mari lihat di kalimantan, daerah yang menjadi salah satu “Bank” batu bara indodnesia setidaknya mengoptimalkan pembangkit dengan menggunakna batu bara, hal ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang cadangan minya di dunia mulai menipis, tetapi apa yang terjadi di kalimantan, pemadaman listrik sering terjadi, ada 2 faktor yang mempengaruhi, yang pertama batu bara yang lebih banyak di jual ke luar negri (ekspor) padahal PLN kekurangan bahan bakar untuk pembangkitan listrik. Yang kedua alat pembangkit listrik memang tidak ada, untuk membangun sebuah pembangkit tidak murah, padahal anggaran untuk listri dikurangi. Bila melihat dari aspek sumber energi yaitu batu bara, dapat dilihat bagaimana di china upaya untuk memenuhi kebutuhan dalam negri diutamakan, bahkan sampai ekspor batu bara karena kekurangan untuk penyediaan batu bara dalam negri. Pembahasan ini sudah penulis bahas lebih lanjut di paragraf ke dua. Jadi memang penguasaan sepenuhnya atas sumber energi di Indonesia harus dilakukan, kebijakan kebijakan pemerintah tentang energi Indonesia harus berpihak untuk kedaulatan enegri Indonesia

Dari sisi lain dilihat bagaiamana Keuntungan indonesia sebagai salah satu ladang nya sumber daya alam dunia, letak Indonesia juga berada pada jalur khatulitiwa, yang berarti hanya 2 musim yang terjadi, kemarau dan hujan. Tetapi harus diperhatikan, Indonesia adalah negara maritim, yang berarti akan juga susah untuk menyalurkan listrik. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan listrik dengan mandiri (tidak mengandalkan penyaluran listrik dari jawa dan bali) dengan hanya 2 musim yang terjadi, yaitu pada  6 bulan pada musim panas bisa dimanfaatkan untuk menggunakan energi tenaga surya. salah satu aplikasi nyata yang  sudah terjadi dimana sudah diberikan lebih dari 100 rumah tangga di NTT yaitu lampu SEHEN, lampu ni menggunakan energi surya sebagai sumber listrik. 1panel surya dapat menyinari  4lampu. Dan 6 bulan pada musim hujan, yang berarti pembangkit listrik yang menggunakan energi air diuntungkan. Dengan bebreapa penjelasan diatas, setidaknya banyak hal mendukung untuk menunjang kelistrikan Indonesia, tinggal bagaimana kemauan kita semua untuk mendukung hal ini.

Memang sangat kompleks bila kita membicarakan permasalahan energi di indonesia, utamanya listrik bagi masyarakat yang memang  keterkaitanya dengan kehidupan sosial sangat erat. Disini penulis menawarkan beberapa langkah langkah  yang penulis tawarkan Untuk peningkatan kelistrikan di Indonesia  sbb :

  1. Memiliki hak kuasa penuh atas sumber daya alam kita (yang dimanfaatkan untuk pembangkit). Bayangkan bila semua sumber energi kita kuasai, saudara kita yang ada di NTT mungkin sudah bisa menikmati listrik, ini berakibat juga pada naiknya tingkat produksi suatu daerah. Bayak hal yang bisa diambil dari tersedianya listrik.
  2. Kesinergisitasan antar instansi pemerintah seperti PLN, kementrian ESDM, kementrian Perdagangan¸kementrian keuangan dan kementran lain yang ikut andil dalam permasalah energi listrik dalam mengupayakan perbaikan kelistrikan di Indonesia. Setiap kementrian pemerintah terlihat memilik ego masing masing untuk bekerja, misalnya kementrian perdagangan, bagaimana bisa mendapatkan keuntungan negara sebesar besarnya, entah apapun yang dijual  (ekspor) yang peting bisa menghasilkan uang. Dari PLN snediri bingung untuk mencari alternatif  bahan bakar listrik. Batu bara di ekspor kemana mana karena harga jual tinggi, dan akhirnya harus mengandalkan bahan bakar minyak yang makin hari  harganya tidak stabil. Kementrian keuangan mengelola uang agar bagaimana pengeluaran dan pemasukan negara tidak terlalu jauh yang berakibat pada tinggi atau rendahnya hutang, alhasil anggaran untuk kelistrikan di potong 20 triliun pada tahun 2012 nanti, yang tadinya 65 triliun menjadi 45 trliun, sedangkan dari pihak PLN ingin membangun pembangkit listrik tambahan untuk mendukun wacana 10.000 megawatt. Ini adalah beberapa contoh yang terjadi akibat kurangnya kesinergisitasan antar lini pemerintah.

 

1. Memperbaiki kebijakan kebijakan energi untuk kedepan, beberapa kebijakan kedepan yang perlu diperhatikan yakni :

  1. Mengutamakan kebutuhan dalam negeri dan melakukan pembatasan ekspor1
  2. Melakukan pengaturan harga domestik dan kebutuhan internasional (ekspor).2
  3. Pengembangan energi baru terbarukan
  4. Meningkatkan ekplorasi energi dengan prospek cukup baik, misal energi panas bumi dan nuklir

2. Perlu pengembangan sumber daya manusia untuk menangani pelaksanaan pengembangan kelistrikan nasional.

  1. Perlu ada investasi terencana dibidang pengembangan kelistrikan mencakup rencana jangka pendek,sedang dan jangka panjang. Perencanaan ini meliputi pemanfaatan sumber geothermal, sinar matahari, gelombang air laut, kekuatan angin, dan nuklir
  2. kesadaran masyarakat untuk berhemat energi  atas cadangan energi yang mulai menipis. Diatas sudah dibahas peran andil pemerintah dalam menangani  hal ini, tidak hanya satu pihak yang berperan, masyarakat sebagai konsumen juga harus mengerti tentang maslaah masalah yang ada agar kedepanya bisa sadar atas krisisnya energi di Inodnesia. Belum mengertinya masyarakat saat ini tentang  bagaimana dasar sistem kelistrikan di indoesia, masyarakat berpikir, “mau pake listrik berapa aja yang penting kan bayar” ini pernyataan yang kurang bisa diterima oleh penulis, karena makin banyak pemakaian listrik pada konsumen, pembangkitan listrik pada pembangkit jga semakin besar, semakin besarnya listrik yang dibangkitkan, semakin banyak pula uang yang dikeluarkan untuk pembangkitan, misal untuk pembelian bahan bakar, penambahan alat pada pembangkit, dsb
  3. berpikir positif untuk kemajuan kelistrikan indonesia. Ini hal dasar yang harus dimiliki setiap individu untuk mendapatkan suatu hal. Logikanya tidak berpikir positif untuk kemjuan kelistrikan, tidak akan terciptanya kemauan kerja dalam memperbaiki masalah ini

diakhir tulisan, penulis mengajak untuk mencanangka gerakan cinta indonesia, cinta sumber daya alam indonesia, cinta energi indonesia, agar kedepanya bisa “menerangkan” Indonesia dengan listrik, dan dapat  mencerdaskan masyarakat inodnesia dengan listrik.

Sumber tulisan :

1http://www.esdm.go.id/news-archives/56-artikel/3342-pokok-pokok-kebijakan-energi-nasional.html

2http://www.esdm.go.id/news-archives/56-artikel/3342-pokok-pokok-kebijakan-energi-nasional.html

Sukamdi, Heru Nugroho, Wini Tamitari, Listrik,Kemiskinan, dan Perubahan Sosial, Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s